Showing posts with label handphone. Show all posts
Showing posts with label handphone. Show all posts

Sunday, October 16, 2011

BBM Ala Samsung Tiba di Android Market


SEOUL - Aplikasi terbaru dari Samsung untuk pengguna Andorid,yaitu ChatOn, kini telah hadir. Tapi sayangnya, ChatOn masih memiliki beberapa permasalahan.

Friday, June 25, 2010

Sejarah dan Perkembangan Handphone

Nokia 3310 penah terkenal pada satu ketika dahulu



Teknologi ini mulai digunakan tahun 1970 yang diawali dengan penggunaan mikroprosesor untuk teknologi komunikasi. Dan pada tahun 1971, jaringan handphone pertama dibuka di Finlandia bernama ARP. Menyusul kemudian NMT di Skandinavia pada tahun 1981 dan AMPS pada tahun 1983. Penggunaan teknologi analog pada generasi pertama menyebabkan banyak keterbatasan yang dimiliki seperti kapasitas trafik yang kecil, jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam satu sel sedikit, dan penggunaan spektrum frekuensi yang boros.
Di sisi lain, meningkatnya jumlah pelanggan tidak bisa ditampung generasi pertama. Selain itu, teknologi 1G hanya bisa melayani komunikasi suara, tidak seperti 2G yang bisa digunakan untuk SMS. NMT atau Nordic Mobile Telephone adalah jaringan handphone analog yang pertama kali digunakan secara internasional di Eropa Utara. Jaringan ini beroperasi pada frekuensi 450 MHz sehingga sering disebut NMT-450, ada juga NMT-900 yang beroperasi pada frekuensi 900 MHz.
Mengingat tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas yang semakin baik, lahirlah teknologi generasi ke dua atau 2G. Generasi ini sudah menggunakan teknologi digital. Teknologi 2G lainnya adalah IS-95 CDMA, IS-136 TDMA dan PDC. Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Sebagai perbandingan, modem yang banyak digunakan untuk koneksi internet berkecepatan 56.000 bps (5,6 kbps). Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. Karena pada 2G, satu frekuensi bisa digunakan beberapa pelanggan dengan menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA).
Standar teknologi 2G yang paling banyak digunakan saat ini adalah GSM (Global System for Mobile Communication), seperti yang dipakai sebagian besar handphone saat ini. GSM beroperasi pada frekuensi 900, 1800 dan 1900 MHz. GSM juga mendukung komunikasi data berkecepatan 14,4 kbps.

Sejarah

Sejarah GSM diawali dengan diadakannya konferensi pos dan telegraf di Eropa pada tahun 1982. Konferensi ini membentuk suatu study group yang bernama Groupe Special Mobile (GSM) untuk mempelajari dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Pada tahun 1989, tugas ini diserahkan kepada European Telecommunication Standards Institute (ETSI) dan GSM fase I diluncurkan pada pertengahan 1991.

Pada tahun 1993, sudah ada 36 jaringan GSM di 22 negara. Keunikan GSM dibanding generasi pertama adalah layanan SMS. SMS atau Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter. GSM yang saat ini digunakan sudah memasuki fase 2.
Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE.
Baru-baru ini, tren komunikasi seluler mulai beralih kepada generasi berikutnya yang diprediksikan akan menjadi teknologi komunikasi seluler yang menjanjikan. Generasi 3 atau 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) atau WCDMA (Wideband – Coded Division Multiple Access). Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi indoor.
Selain itu, generasi ini dapat menyediakan layanan multimedia seperti internet, video streaming, video telephony, dan lain-lain dengan lebih baik. Generasi ketiga ini menggunakan teknologi CDMA yang awalnya muncul dari teknologi militer Amerika Serikat dan dikhususkan pada standar IS-95. Beberapa paten pada jaringan-jaringan yang ada sekarang yang berbasis pada teknologi CDMA dimiliki Qualcomm Inc., sehingga pembuat peralatan membayar royalti.
Teknologi CDMA membuat kapasitas suatu sel menjadi lebih besar dibanding sistem GSM karena pada sistem CDMA, setiap panggilan komunikasi memiliki kode-kode tertentu sehingga memungkinkan banyak pelanggan menggunakan sumber radio yang sama tanpa terjadinya gangguan interferensi dan cross talk. Sumber radio dalam hal ini adalah frekuensi dan time slot yang disediakan untuk tiap sel.
Sistem komunikasi wireless berbasis CDMA pertama kali digunakan pada tahun 1995 dan sampai sekarang, CDMA merupakan saingan utama dari sistem GSM di banyak negara. Pada tahun 1999, the International Telecommunication Union (ITU) memilih CDMA sebagai standar teknologi untuk generasi ketiga (3G). Varian CDMA yang banyak digunakan adalah WCDMA dan TD-SCDMA.
Pada bulan Mei 2001 sudah terdapat 35 juta pelanggan CDMA di seluruh dunia. Dan pada tahun 2003, terdapat 100 juta pelanggan yang menggunakan CDMA di seluruh dunia. Kelebihan utama yang dimiliki generasi ketiga adalah kemampuan transfer data yang cepat atau memiliki bit rate yang tinggi.
Tingginya bit rate yang dimiliki menyebabkan banyak operator CDMA dapat menyediakan berbagai aplikasi multimedia yang lebih baik dan bervariasi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Bayangkan saja, hanya dengan sebuah handphone, kita memiliki fasilitas kamera, video, komputer, stereo dan radio. Selain itu, berbagai fasilitas hiburan pun bisa dinikmati seperti video klip, keadaan lalu lintas secara real time, teleconference, bahkan sekadar memesan tempat di restoran, cukup dengan menekan tombol di handphone.
Ketika kita duduk di rumah pun, kita masih bisa melakukan berbagai hal tanpa harus keluar ruangan, seperti mencek saldo bank, membayar SPP untuk kuliah anak-anak, memesan makanan dan lain-lain. Itu semua bukan hal yang mustahil bagi generasi ketiga.
Dalam jangka panjang, CDMA dan teknologi-teknologi lainnya seperti GSM akan dibandingkan berdasarkan pada biaya total per pelanggan dari jaringan infrastruktur dan harga pesawat telefon.Dengan 3G, komunikasi murah dan berkualitas bukan impian belaka.

Thursday, June 24, 2010

Teknologi 3G



Dunia telekomunikasi terutama telekomunikasi selular berkembang sangat cepat. Dahulu awal telekomunikasi selular hanya dipergunakan untuk komunikasi suara antar pengguanya maupun dengan jaringan telepon biasa, tetapi sekarang telekomunikasi selular bukan saja untuk komunikasi suara saja tetapi juga data.

Salah satu teknologi selular yang sedang ramai di Indonesia adalah teknologi 3G (Third Generation) yang merupakan teknologi selular baru di Indonesia. Akan tetapi 3G bukan-lah teknologi terakhir dari teknologi komunikasi selular tetapi merupakan teknologi hasil pengembangan dari teknologi selular sebelumnya dan akan terus dikembangkan.

Dalam buku ini akan dipaparkan bukan hanya teknologi 3G (Third Generation), tetapi teknologi sebelum 3G (0G, 1G, 2G dan 2.5G) dan teknologi pengembangan dari 3G (3.5G dan 4G) sehingga dapat dipahami perbedaan kemampuan antar generasi. Selain itu didibahas sedikit tentang perbedaan cara kerja teknologi selular berdasarkan modulasinya (FDMA,TDMA dan CDMA).

Bluetooth


Nama 'Bluetooth' sendiri berawal dari sebuah projek yang dipromotori oleh perusahaan-perusahaan raksasa internasional yang bergerak di bidang telekomunikasi dan komputer, di antaranya Ericsson, IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba. Proyek ini berawal tahun 1998 dengan kode nama bluetooth, karena terinspirasi oleh seorang raja Viking (Denmark) yang bernama Harald Blatand. Raja Harald Blatand ini berkuasa pada abad ke-10 dengan menguasai sebagian besar daerah Denmark dan daerah Skandinavia pada masa itu.

Kita lanjutkan lagi, pada bulan Mei 1998, 5 perusahaan promotor yaitu Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) dan memulai untuk membuat spesifikasi yang mereka namai 'bluetooth'. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang antara lain di bidang semiconductor manufacture, PC manufacture, mobile network carrier, perusahaan-perusahaan automobile dan air lines bergambung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Perusahaan-perusahaan terkemuka tersebut antara lain seperti Compaq, Xircom, Phillips, Texas instruments, Sony, BMW, Puma, NEC, Casio, Boeing, dsb.

Bluetooth menawarkan cara yang nyaman bagi pengguna berbagai jenis piranti elektronik untuk berkomunikasi. Sama halnya teknologi IrDA (inframerah), piranti-piranti Bluetooth tidak memerlukan kabel untuk pertukaran data. Bedanya, sinyal radio Bluetooth dapat menembus dinding, inftramerah tidak. Selain itu piranti Bluetooth dapat menjangkau jarak sampai radius 10 meter. Meskipun nyaman dan sudah mulai populer, sebagian di antara kita mungkin masih belum memanfaatkan sepenuhnya teknologi nirkabel ini.

Bahkan, ada yang belum menggunakannya sama sekali. Bluetooth mempunyai banyak profil yang memungkinkan untuk dimanfaatkan ke dalam berbagai aplikasi. Bukan sekadar sarana komunikasi antar ponsel Bluetooth maupun penggunaan aksesoris nirkabel. Teknologi Bluetooth mencakup banyak jenis komunikasi yang baru bisa ditemui bila kita menjumpai pirantinya. Badan yang membakukan teknologi Bluetooth menamakan jenis komunikasi ini sebagai profil (profile). Masing-masing piranti mendukung profil yang berbeda-beda.

Daftar profil yang didukung piranti Anda bisa diperiksa sendiri. Salah satu jenis komunikasi Bluetooth yang cukup lazim misalnya memindahkan file antarpiranti. Jenis piranti yang terlibat bisa beragam, mulai dari ponsel sampai komputer desktop. Agar satu file dalam piranti Bluetooth dapat ditransfer ke piranti lain, keduanya harus mendukung profil File Transfer (FTP).Profil File Transfer ini sangat berguna dalam banyak kesempatan. Misalnya Anda ingin bertukar foto hasil jepretan ponsel kamera dengan teman atau ingin menyimpannya di dalam komputer. Namun, tidak semua piranti Bluetooth mendukung FTP, misalnya headset Bluetooth. Aksesoris ini hanya menuntut profil Audio Gateway/Headset profile. Profil ini tidak hanya tersedia pada headset dan ponsel, tetapi juga pada PDA dan komputer. Karena itu, kalau selama ini Anda hanya memakai headset pada ponsel, cobalah menggunakannya dengan PDA atau komputer. Ini bisa jadi alternatif lain buat headphone atau speaker.

Dengan menggunakan Bluetooth, kita juga bisa bertukar entri buku telepon serta sinkronisasi antarpiranti (biasanya antara poranti portabel dengan komputer desktop). Kedua fungsi Personal Information Manager (PIM) ini didukung oleh beberapa profil, yaitu Object Push Profile dan OBEX (Object Exchange) Profile. Fungsi ini terdapat baik pada ponsel, PDA maupun komputer. Komputer yang sudah dilengkapi dengan Bluetooth (terintegrasi maupun dengan dongle) serta PDA dapat memanfaatkan ponsel Bluetooth sebagai modem.

Bagi pembaca yang lebih suka memisahkan fungsi PDA dengan ponsel (jadi tidak menggunakan PDA phone atau smartphone), kemampuan ini jelas sangat penting. Kebalikannya juga bisa dilakukan. PDA/smartphone Bluetooth dapat berbagi koneksi jaringan komputer lokal (LAN) dengan komputer.




Wednesday, June 23, 2010

Tips Membangun LAN dengan Bluetooth


Seiring dengan kecanggihan teknologi informasi, untuk pembangunan sebuah LAN kita tidak perlu lagi menggunakan UTP Cable yang dimana hanya terbatas pada ruang, yang juga membuat kita sulit untuk ber-mobilitas bahkan dengan installasi yang cukup rumit dan terkesan membuat kotor ruangan karena nampak kabel disana-sini. Sebagai alternatif, kita bisa menggunakan teknologi Bluetooth, Bluetooth menggunakan teknologi WaveLAN yang bekerja pada 2,4 GHz (unlicensed ISM – Industrial, Scientific and Medical) sehingga kita bisa menggunakannya bebas tanpa izin frekuensi, jangkauan bluetooth ada yang 10 meter dan adapula yang bisa mencapai 100 meter (bisa menembus tembok)

Saturday, June 19, 2010

Nokia X6


Introduction

In the world of Nokia it's all about evolution, rather than revolution. So don't expect the specs on the X6 to blow your mind. The handset is the next step for the market leader scrambling to make up for a late start in touch- screens. To be honest, the Symbian S60 touch edition has been struggling to catch up with the standard setters in terms of user experience. And the X6 claims to have the answer: the responsiveness only a capacitive screen can bring.

Nokia X6 Nokia X6 Nokia X6 Nokia X6
Nokia X6 official photos

The Nokia X6 is also the first XpressMusic handset to head straight for the high-end. Midrange is the highest the music Finns have gone so we are interested to see how this change of approach works. Nokia have always had a strong appeal to the masses, but pleasing the selected few is undoubtedly harder.
Key features:

* Quad-band GSM support
* Tri-band 3G with HSDPA support
* 3.2" 16M-color TFT LCD 16:9 capacitive touchscreen (360 x 640 pixels)
* Symbian S60 5th edition UI
* ARM 11 434 MHz CPU, 128 MB of RAM memory
* 5 megapixel autofocus camera with dual-LED flash
* VGA video recording at 30fps
* Wi-Fi 802.11 b/g, UPnP technology
* Built-in GPS receiver
* 32GB built-in storage
* FM radio with RDS
* Bluetooth and USB (standard microUSB connector) v2.0
* 3.5mm standard audio jack
* Very good audio quality
* Proximity sensor for screen auto turn-off
* Accelerometer sensor for automatic UI rotation and motion-based gaming
* Stereo speakers
* TV out
* "Comes with music" edition gives you a year of all-you-can-eat music subscription
* Landscape on-screen virtual QWERTY keyboard
* Ovi Maps 3.0 Touch
* Further Ovi and MySpace service integration (direct image and video uploads)
* Most regional retail packages include a set of the great Nokia WH-500 headphones

Main disadvantages:

* X6 is still quite pricey (around 500 euro at the time of writing)
* UI is still immature with somewhat inconsistent user experience
* Touch web browser not quite polished and with dodgy Flash support
* No voice-guided navigation license
* No office document viewer preinstalled
* Doesn't charge off microUSB
* Very poor sunlight legibility
* Slow image gallery
* No DivX/XviD support for the video player
* No microSD card slot (as a connectivity solution)

As you can see in the two lists above there is almost nothing new in the software package, so it all falls on the hardware to justify the high asking price. The well-stuffed retail package is a great place to start but does the capacitive screen improve usability enough to be worth the extra money over, say, the 5800 XpressMusic? And the difference in price is by no means trivial.

Nokia X6 Nokia X6 Nokia X6
Nokia X6 at ours

In the increasingly competitive touchscreen market manufacturers don't have much room for error. The unpolished S60 UI is enough of a burden already, so Nokia X6 has to be near perfect in every other respect. A tall task indeed, but let's see how they've tackled it.